-->

Belajar Marketing dari Eiger

EIGER dikenal sebagai producer produk-produk olah raga yang Mana produknya menjadi incaran para petualang Alam baik pendaki atau pun olahragawan lainnya.  EIGER diluncurkan pertama kali pada tahun 1989 sebagai produk untuk memenuhi berbagai kebutuhan perlengkapan dan peralatan bagi gaya hidup para penggiat alam terbuka. Nama EIGER sendiri terinspirasi dari Gunung Eiger berketinggian 3.970 mdpl dan menjadi “gunung tersulit didaki” ke-3 di dunia yang terletak di Bernese Alps, Swiss. Hingga saat ini, EIGER telah memiliki jaringan distribusi di seluruh Indonesia dan akan terus memperluas jangkauannya hingga ke mancanegara.


Belakangan ini beberapa kasusnya sempat naik daun dan trending diberbagai Media Sosial bukan harga atau kualitas produknya yang menyebabkan itu, melainkan karna unggahan penggemar yang ng-review produknya diyoutube kemudian di komplain oleh staff tinggi perusahaan Eiger tersebut sekali lagi bukan karna harga dan kualitasnya melainkan karna kualitas postingan dari youtuber tersebut.

Sudahlah kita lupakan kasus lucu tersebut, saya tidak mau membahas produk atau youtuber yang bersangkutan, tapi kita coba mempelajari hikmah dari kejadian tersebut bisa saja semua itu kita ambil sebagai stategi marketing untuk produk kita.

Sebuah Stategi Marketing

Tindakan yang bisa dibilang cukup berani dilakukan oleh salah satu staff tinggi Eiger hampir pada beberapa youtuber dengan berbagai kontennya, yang mana hali itu benar mempertaruhkan harga diri Eiger sendiri, tapi apakah hal itu tidak diperhitungkan atau itu kesalahan pribadi.

menurut saya jika saya yang berada diposisi staff Eiger tersebut hal itu bisa saja sudah diperhitungankan, kalau kita lihat apa yang mungkin dirugikan dari kasus ini terutama dipihak Eiger sendiri, kehilangan penggemar? mungkin akan ada berkurangnya tapi tidak hilang, karna penggemar produk sudah cukup cermat dan kebanyakan lebih melihat produk bukan personal si oknum Eiger sendiri apalagi kasus ini tidak ada hubungannya dengan produk jadi saya bilang ini sudah diperhitungkan dan ini sudah diperkirakan, alhasil permintaan maaf cukup untuk melambungkan nama Eiger di awal tahun 2021, stategi ini dibilang berhasil membawa nama Eiger untuk diingat kembali dimata fansnya terutama menaikan rating didunia digital.



Hal yang kita dapatkan dari analisa tersebut, kita harus cukup berani melakukan sesuatu tapi tetap memikirkan resikonya. kurangi resiko yang mempengaruhi produk anda, artinya carilah cara lain agar produk Brand anda dikenal tapi tidak merusak performa produk anda.

Pada dasarnya setiap memancing sesuatu harus ada umpan yang dipertaruhkan, semakin besar umpan semakin besar tangkapan jangan sampai meletakkan umpan ditempat yang salah, apalagi membuat umpan yang salah.

Apa manfaat dari kasus Eiger tersebut, sekali lagi ini menurut pendapat saya, keuntungan istimewa tentu saja dari pihak youtuber standar gengsi mungkin sedikit dipertaruhkan tapi alhasil video youtuber jadi reviewer para fans Eiger, dan keuntungan berikutnya tentu saja jatuh pada Eiger sendiri mendapatkan trending ditwitter tanpa men-endorse artis atau pun public figur menjadikan hadiah utama apalagi tanpa bertepatan meluncurkan produk baru nama Eiger sudah melambung, jadi saya bilang ini stategi marketing yang sangat menarik untuk saya.

Demikian hikmah yang bisa kita pelajari semoga ini berguna untuk meningkatkan popularitas produk kita, intinya kita harus cukup berani untuk menerima resiko, karna setiap keberhasilan sudah melewati beberapa resiko.


0 Response to "Belajar Marketing dari Eiger"

Post a Comment